Nasehat Nenek Yang Bijak

Nih ada cerita yang ga rugi untuk dibaca... Enjoy the text!

adopted from duniapustaka.com

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.  Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,  

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil. Pertama: pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.  

Kedua: dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”. 

Ketiga:  pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”. 

Keempat: bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.  

Kelima: sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan… Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini 

Owl City - Shooting Star (Lyric Video)

Udah pernah dengar dulu dari yuska, cuma belum nangkap liriknya. Eh, abis baca liriknya ternyata keren. Biasalah Owl City, lagu-lagunya bermakna dalam. Cocok untuk kita, Gycentium Credas Disorator. Enjoy the song !


Tugas Terakhir dari Sekolah

Di detik-detik menjelang wisuda kemaren, saya dan beberapa teman lainnya mendapat tugas membuat poster KIR kita dahulu. Ga tau bakal diapain sama sekolah, yah yang pasti sekolah butuh itu untuk suatu hal.  Awalnya disuruh pake english dan kita udah niat. Eh, taunya pas coba translate-in banyak sekali kosa kata yang ga nyambung. maaf ya pak Japar (yang nugasin). Jadinya pake bahasa Indonesia juga.  hahaha. here it is:



Thanks to Hasan Fahrur Rozi, my partner in this project. 
I'm really grateful having u as my partner.
Thanks to Bu Tina, the one who is inspirated us to make this idea as our KIR.
Thanks to Bu Peni, Pa Rapiq, Bu Rene n Bu Ifat as our instructors.
Last, Thanks to you all who have supported us. 

Pembuatan Bakso dari Tepung Ubi Ungu 
dan Perbandingannya dengan Bakso Konvensional

oleh Hasan Fahrur Rozi dan Doni Andika Putra



Penghuni Terakhir, 4 Juni 2012

Di saat teman yang lain pada bikin posting mengenai wisuda, nih posting membahas kegiatan sehabis wisuda, tepatnya orang yang belum meninggalkan sekolahnya selepas wisuda. Here they are:

 
Begini nih nasib orang-orang yang masih tinggal di asrama. Dimana para penghuni yang mayoritas udah pada pulang, mereka masih asik-asikan di asrama. Ngapain aja coba kerjanya di asrama? Nothing... ya, ga ada... Pada tidur-tiduran, maen game, online, dll. Hanya satu yang jadi masalah, yaitu soal perut. Berhubung status yang dilekatkan pada mereka sekarang ini sudah bukan lagi siswa MAN Insan Cendekia Serpong, mereka menjadi enggan untuk makan di kantin. Makan pagi dan malampun sekarang pindah ke warteg di depan (di luar lingkungan sekolah). Hingga detik ini, total angkatan Gycentium Credas Disorator yang masih bersisa di asrama yaitu 10 orang dari 115 orang.


Yah... Beginilah nasib alumni yang masih betah di asrama. Walau makan susah, mereka tetap happy! hahaha  



IC's EARTH HOUR

Yosh! Artikel ini ditulis ketika lagi Earth Hour, 31 Maret 2012 8:30 p.m. - 9:30 p.m. Banyak situs yang lagi off nih sekarang, untungnya nih blogger ga ikutan jadi bisa nulis de.. ahaha :)

Lha nih doni ga ikutan Earth Hour juga nih? Ikut dong pastinyaa, secara doni kan cinta ama bumi, wkwkwkwk. Ko ga ikutan madamin listrik? Yah berhubung ada pepatah yang mengatakan di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung, makanya doni ikutan Earth Hour ala Insan Cendekia. Earth Hour disini baru dimulai mattin lampunya ntar 1 jam-an lagi, pukul 10-11 malam. 

Yaaah, yang terpenting menurut doni sih sebenarnya bukan di saat kita matiin lampunya itu, tapi setelah kita melakukan itu. Bagaimana sikap kita dalam mempergunakan energi sebaik mungkin. Juga membiasakan diri untuk melakukan suatu hal kecil, tapi bermanfaat! ditambah kita ngelakuinnya secara massal atau dengan kata lain bareng-bareng. Semoga bumi yang kita tempati ini dapat terbantu dengan event Earth Hour 2012 ini.