Tampilkan postingan dengan label slice of life. Tampilkan semua postingan

Happy Birthday - Day of Happiness

Alhamdulillah, kemaren usia saya 19 tahun ^^

Terima kasih kepada semua yang sudah ngucapin dan juga yang kasih kado :"D

Ulang tahun di tengah masa ujian ini seperti mengulang kembali masa-masa kelas XII di SMA dulu, eh MAN maksudnya. Waktu itu ulang tahun saya bertepatan dengan sedang berlangsungnya Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Seingat saya tanggal 20 Maret 2012 mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Arab dan Alquran Hadits.

Dan ternyata untuk tahun ini, ulang tahun saya bertepatan dengan 'International Day of Happiness'. Pas banget momennya sama hari yang membuat saya bahagia, hehe :D

Apa itu International Day of Happiness? Bisa dicari informasinya di link berikut ya ;) http://www.dayofhappiness.net/



Di umur 19 tahun sekarang, harapan saya sederhana. Semoga di usia baru ini, bisa menjadi insan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Mohon doanya untuk ujian Hari 2 blok Gangguan Hematolimfopetik nanti ya. Terima kasih :)

Pesan Penyemangat

assalamu'alaikum...
Bismillah, "Bacalah, dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan" (q.s. Al'alaq:1)
akhi wa ukhti, mari kita belajar neluruskan niat kita menuntut ilmu semata untuk mencari ridho Allah, apapun tujuan kita sekarang, tambahkan di ujung tujuan itu "agar Allah ridho kepadaku", agar dimudahkan segala usaha kita, agar diberkahi segala hasil kita... :)
untukku dan engkau saudaraku... 'afwan :)

Terima kasih atas pesannya ya Saeju, pas sekali momen pesannya dengan suasana belajar yang lagi ujian blok. Pokoknya bener-bener mengena pesannya Saeju ini, really!
Semoga kita semua yang baca pesan ini bisa mengamalkannya. Aamiin.

*mungkin judulnya lebih tepat 'pesan pengingat' kali ya? tak apa lah, yang penting Doni jadi bersemangat habis baca pesan ini :D

Halo Maret! :)

Oke, memang sudah terlambat buat say hi ke bulan Maret, tapi selagi masih di bulan Maret ya gapapa toh ya? hehe :)


This is my first posting on this month lhoo! :D
Actually, there are a lot of stories that i want to share... but i do apologize to you all because i'll have my block test soon, in a few days later. I'm so sorry i can't tell them yet, but i promise to tell them after the exam, okay?
So, please pray for me yaa,  the exam one :)
Thanks!

O ya! I have a photos from last year, March 8, 2012
We, the students of Insan Cendekia Boarding School, made our school logo, cool right? haha ;)
by looking at this pic, it's really nostalgic (for me) :)

What Everyone "Should" Want

Buka youtube ada video recommended tentang AnoHana. Jadi ingat kalau sebulan terakhir beberapa teman Doni pada nonton anime yang satu ini. Dan reaksinya kurang lebih sama dengan apa yang Doni rasakan setelah menontonnya :)
Ano Hana is exactly what everyone should want. It's beautiful, the characters are precious, the music is really freaking pretty (all of it) and I can't...fathom someone not enjoying it. And the ending might well destroy you the way it destroyed me. (postingan review AnoHana)

Episode 1-11 dapat di-download di -> http://goo.gl/xkSQf
Anime satu ini benar-benar berbeda dari yang lain. One of my favorite anime, the most heart-wrenching one.

Teruntuk Sahabat yang Telah Pergi

Afiq Rashif dan Muhammad Akbar Bakri, keduanya dilahirkan ke dunia ini pada tanggal yang sama, 16 September 1994. Mereka juga pergi meninggalkan dunia di bulan yang sama, Januari. Afiq menutup usia di saat tengah baru menempuh jenjang pendidikan setingkat sekolah menengah atas di MAN Insan Cendekia Serpong pada 26 Januari 2010 (besok, tepat 3 tahun), sedangkan Akbar juga menutup usianya saat baru menginjak tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dua hari yang lalu, tepatnya 23 Januari 2013. Walaupun belum genap setahun lamanya kita berteman akan tetapi banyak sekali hal yang telah kalian ajarkan kepada orang-orang sekitar, terkhusus diri Doni pribadi.
Pin PTS Asshaff, nama PTS untuk angkatan 15
Afiq, termasuk pada teman pertama Doni saat berada di Insan Cendekia karena kita berada di kelompok yang sama saat Pekan Ta'aruf Siswa (PTS) atau lebih dikenal dengan Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolah lain pada umumnya. Saat terakhir bersama Afiq yaitu pada saat Self Development Program atau semacam kegiatan leadership yang dilaksanakan pada hari Sabtu di bundaran dekat saung atau di lingkungan Insan Cendekia dikenal dengan Plaza. Saat ada guru yang memberikan materi, entah kenapa banyak sekali orang yang meribut, saling tertawa, atau pun saling berbincang dengan satu sama lainnya. Namun, Doni yang saat itu duduk di sebelah Afiq, bergumam "Ini orang kenapa lah ribut-ribut ga jelas nih" Afiq pun menanggapinya dengan tenang, tidak ikut meribut tapi ikut peduli akan hal tersebut "Tenang Don, ini hal yang biasa, nanti juga tenang sendiri" Kira-kira begitu tanggapan dari Afiq. Juga Afiq diamanahkan untuk menjadi bendahara angkatan cowok, di saat mengemban amanah tersebut dia benar-benar bekerja sebagaimana bendahara yang baik, yaitu mengingatkan untuk membayar kas angkatan, dengan cara dan logatnya yang khas :")
ucapan bela sungkawa dari HET
Akbar, teman satu grup di grup B sehingga jadwal kuliah kita selalu sama. Pengalaman paling berkesan dari Akbar yaitu saat jadwal kuliah yang padat sehingga mengharuskan memilih antara sholat zuhur dulu atau kuliah pakar dulu. Jika memilih untuk kuliah pakar, maka sholat zuhur akan menjadi terlambat. Saat itu Akbar yang paling bersikukuh untuk mengajak Doni dan Andy, teman satu grup B juga, untuk segera ke masjid dulu sebelum kuliah, karena waktu itu kita baru saja selesai makan siang dan buru-buru kembali ke kampus untuk kuliah jam 12. Setibanya di depan ruangan terlihat pintu masih terkunci, sehingga kalau pun dosen datang kuliah belum akan dimulai. Saat itu Doni setengah hati untuk melangkah ke masjid, karena takut bakal terlambat kuliah, berbeda dengan Akbar, Ia sepenuh hati lenih memilih untuk sholat dari pada kuliah dahulu. Astagfirullahaladzhiim. Ampunilah dosa Doni Ya Allah, lebih takut kepada kuliah yang tertinggal dari pada kewajiban utama dari seorang hamba, beribadah... Dan ternyata saat kita selesai sholat dosen telah datang namun, pintu masih terkunci, "Alhamdulillah untung tadi sholat dulu, makasih Akbar" bisik hati. 

Terlebih kemaren saat melayat ke rumah Akbar, bapak RT juga mengatakan bahwasanya para jama'ah masjid bakal sangat kehilangan salah satu orang yang rajin datang ke masjid. Jika Akbar berada di rumah, ia selalu datang ke masjid untuk sholat berjemaah. Ini pukulan telak bagi Doni yang terkadang malas untuk berangkat ke masjid jika sudah berada di kamar, padahal jaraknya sama antara rumah doni dan rumah akbar ke masjid terdekat di lingkungan tempat tinggal masing-masing (╥﹏╥)

Masih banyak sekali kebaikan-kebaikan dari Afiq dan Akbar yang patut dicontoh. InsyaAllah semua itu akan jadi motivasi bagi doni sendiri dalam menjalani kehidupan ini. Akbar, kalau bertemu dengan Afiq, titip salam Doni ya, bilangin permohonan maaf Doni karena ga bisa ikutan waktu teman-teman Gycen pergi ke rumah Afiq pada liburan semester 1 kelas XII kemaren ini. Maaf ya Fiq. Juga untuk Akbar sendiri, perjuangan Akbar untuk bisa berkuliah di FK Unand ini benar-benar memotivasi Doni untuk serius di sini. Doni liat status akbar di facebook kalau akbar senang sekali bisa kuliah di sini, juga dari foto-foto bersama teman-teman di kelompok 13 dan teman-teman Akbar di Hippocrates Emergency Team (HET). 
status akbar di Fb :")
Makasih banyak ya Akbar, Afiq. Kalian adalah orang yang benar-benar disayangi Allah SWT sehingga dipanggil dalam usia yang masih muda. Semoga kalian ditempatkan di sisi Allah yang paling mulia, amiiin. Terakhir, kami semua yang masih di dunia ini pasti akan menyusul kalian. Entah kapan waktunya, yang jelas hal itu pasti terjadi. Innalillahi wa innailaihi raji'un.

1-2-34

halo pembaca setia blog doniapa :)
tau kah kalian bahwasanya hari ini merupakan hari dengan tanggal spesial? bukan 12-12-12 tapinya. itu mah udah lewat! jadi ya, hari ini adalah hari pertama di bulan Safar lhoo! dengan kata lain awal bulan. pada inget ga? yang nulis juga sebenarnya lupa, cuma kebetulan ada teman yang ngingetin. hihihi :D
tapi postingan ini kalo pake kalender hijriah. itungannya udah telat juga lhoo, wkwkwk. coz sekarang udah tanggal 2 safar, kan itungannya pas matahari tenggelam ya? ini udah malam sekarang. tapi yah, setidaknya tanggal 15 Desember pagi ini tu jatuhnya tanggal 1-2-34 di kalender hijriah!

Bersyukur Meninggal

“Aaah.. akhirnya  kelar juga nih tutorial” desahku seiring melangkah keluar dari gedung ABCD. Tutorial pertama di blok kardiorespirasi ini benar-benar membuatku capek. Pasalnya banyak sekali hal yang tidak ku mengerti di skenario tadi. Untunglah sistem belajarnya menggunakan seven jumps membuat ku bisa memahami materi minggu ini sedikit demi sedikit.
“Eh Ber, Lu tahu jadwal kita selanjutnya ga?” tanya Ramos, ketua kelompokku dengan nada sedikit menggoda.
“Engga, emang apaan Ram?” jawabku penuh rasa penasaran.
“Kita itu bakal praktikum lho Ber, praktikum anatomi!” balas Ramos dengan semangat.
“Ha? Anatomi?! Ciyus Lu Ram? Ngeliyat mayat dong? Ih Ogah ah!” timpalku ketakutan.
“Ga usah takut Berri, kan Gue selalu setia menemani Lu terus. hehehe”
Iya sih, benar juga apa kata Ramos, tapi bukan karena ada dianya lho ya! Poin yang ga usah takutnya yang ditekankan. Soalnya mau ga mau pelajaranku selanjutnya bakal sering ketemu ama ‘sesuatu’ ini. Berarti aku harus menghilangkan rasa takut ini sedini mungkin.
Kemudian, kami segera memasuki laboratoruim anatomi di mana telah ramai dipenuhi oleh teman-teman yang segrup denganku. Sebelum  memulai praktikum, kita semua menonton video pengarahan terkait materi praktikum yang akan dilakukan.
“Ngantuk nih nonton beginian terus. Kapan mulainya nih? Udah kaga jelas lagi apa yang diomongin dan yang ditunjukin ama model di video ini. Mending keliling-keliling dulu ah” pikir ku sambil keluar dari kerumunan. Tepat saat ku berhasil melangkah keluar, langsunglah mataku tertuju pada seonggok daging yang ternyata setelah ku perhatikan adalah tubuh manusia, lelaki tua tanpa sehelai benangpun menutupinya. Seketika itu dadaku berdebar kencang, keringat dingin mulai mengucur membasahi pakaianku. Ku tatap mata tanpa makna milik seorang kakek yang tak bernyawa. “Apakah nanti semua orang akan seperti ini? Tentu pastinya. Namun, dalam keadaan bagaimana kita akan mati tak ada seorangpun yang tahu” bisik hatiku.
“Hoi Ber! Apa yang Lu liat dari tadi?” ucap Ramos yang sontak membangunkan ku dari lamunan.
“Mau tau aja sih Lu!” jawabku ketus
“Biasa aja dong Ber, ga usah marah gitu juga kali. Ntar cepat tua lho!”
“Biarin, emang Gue pikirin!”
Yah, walau mulutku berkata demikian sepanjang perjalanan pulang hatiku terus memikirkan kejadian di laboratorium anatomi tadi siang. Ada sesuatu yang mengganjal benakku, perihal kematian. Aku belum siap untuk menghadapinya. Masih banyak hal-hal yang ingin ku perbaiki dari diriku. Aku harus berubah menuju pribadi yang menebar manfaat sepanjang waktu. Walau begitu, tak semudah mulut berkata, ujian dan cobaan selalu datang silih berganti. Hal terpenting yang dapat ku lakukan sekarang yaitu bersyukur sepenuh hati. Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup, memperbaiki dan mendewasakan diri dengan berbagai masalah yang ada.
Lain halnya dengan orang yang telah meninggal. Mereka akan bersyukur jika menggunakan waktu di dunia dengan sebaik mungkin. Mengerjakan segala kebaikan pastinya. Jika tidak, mereka tak akan pernah bersyukur, malahan yang akan ada yaitu penyesalan. Penyesalan selalu datang di akhir.


*cerpen ini ditulis dalam rangka tugas 1 dari Bina Bakat Minat dan Kepemimpinan (BBMK) di Broca, UKM jurnalistik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Materi dalam BBMK waktu itu yaitu Teknik Wawancara. Peserta disuruh mewawancarai senior dengan nomor BP yang sama empat angka dari belakang tentang pengalaman paling berkesannya. Kebetulan Kakak BP doni cerita kalo pengalamannya yaitu masuk lab anatomi. Thanks kakak BP. BP kita emang unik, 2121.

Pasien Ini Meninggal karena Kesepian!

Kaget bercampur sedih. Itulah bisikan hati pertama saat doni membaca judul artikel ini. Penasaran dengan isinya ternyata memang menyedihkan. 

Setiap insan memang butuh yang namanya keluarga ataupun teman terutama dikala sakit mengingat manusia adalah makhluk sosial. Untuk itulah agama Islam juga menganjurkan agar mengunjungi saudara kita yang sakit.

Semoga kita semakin peka dengan lingkungan sekitar terutama dengan orang-orang yang membutuhkan perhatian. Berikut artikelnya,

dari Kompas.com oleh Dr. Irsyalrusad, Sp. Pd pada Kamis, 29 November 2012 pukul 09:22 WIB

KOMPAS.com - Suatu pagi ketika visite, seorang pasien yang biasanya selalu saya lihat berbaring di tempat tidur dekat jendela ruang perawatan kelas tiga tidak ada lagi di sana. Agak curiga, "mana bapak itu?" Tanya saya kepada perawat yang mendampingi saya -- pasien, seorang lelaki umur sekitar 60 tahun yang menjadi langganan ruang penyakit dalam  beberapa bulan terakhir.

"Beliau meninggal tadi malam dokter," jawab perawat itu. "Lho, kok bisa?", tanya saya lagi."Tidak tahu juga pastinya dokter. Semalam waktu dari kamar mandi, pasien mengeluh sakit dada dan sesak nafas, cukup lama Ia mengalami itu, kami baru tahu setelah keluarga pasien sebelahnya memberitahu perawat jaga dok. Kemudian kami melapor ke dokter jaga, menurut dokter jaga kemungkinan alm meninggal karena serangan jantung. Sempat perawat jaga membawa ke ruang ICU, tetapi tidak berapa lama di ruang ICU beliau tidak tertolong lagi dokter," ungkap perawat lain menerangkan.

Setelah selesai visite, di ruang perawat waktu mengisi status pasien, bayangan pasien itu seperti mengikuti saya, barangkali karena pasien ini sudah sering dan lama dirawat. Untuk yang terakhir ini saja telah lebih dari satu bulan. Pasien memang sudah berulang kali dirawat dengan keluhan hipertensi dan Insomnia. Biasanya, dalam 1-2 minggu setelah dirawat, hipertensinya mulai terkontrol dan insomnianya juga membaik. Bila keluar rumah sakit, pasien bukan kembali ke rumah, tetapi ke panti. Tidak berapa lama di panti biasanya masuk rumah sakit lagi dengan keluhan yang sama. Keadaan ini berulang dalam satu tahun terakhir sampai pasien meninggal.

Kemudian,  karena sedikit penasaran dengan kematiannya, apalagi secara emosional saya sudah merasa dekat dengan pasien, saya pelajari kembali statusnya. Dari data rekam medis pasien, terutama sebelum meninggal, gambaran rekam jantungnya memang sesuai dengan kematian akibat jantung. Tetapi ada yang menarik saya lihat dari catatan petugas gizi, dalam beberapa hari terakhir ternyata sebagian besar menu makanan yang diberikan kepada Alm tidak dimakannya.

Melihat ini, saya semakin curiga, jangan-jangan obat-obatan juga tidak dimakan pula.  Lalu,  kepada perawat saya tanyakan, "bagaimana obat-obatan yang diberikan kepadanya, apa ada dimakan?" "Nggak tahu juga dokter. Seperti biasa, obat kami bagikan dan diambil lagi kalau kotak obat itu sudah kosong, kelihatannya dimakan dok,"  perawat itu mencoba menerangkan.

"Coba kamu lihat lagi laci pasien,! "saya  curiga obat-obat itu tidak dimakannya. Tidak berapa lama, perawat itu kembali dengan satu kantong plastik dengan obat-obatan di dalamnya. Melihat itu........ "Hmmmm, pasien ini meninggal bukan karena serangan jantung, tetapi karena kesepian,"  saya bicara sendiri. Mendengar komentar saya begitu, "kok bisa dokter?" Kata perawat itu lagi. Sebelum saya menjawab, "tapi benar juga dokter, kami lihat bapak itu akhir-akhir ini lain sekali. Beliau seperti tidak bersemangat, sering melamun, pernah kami melihat Ia menangis sesunggukan, dan bila malam kelihatannya tidak bisa tidur, sering beliau minta tambahan obat tidur dokter.  Lalu, dokter, kami tidak pernah melihat keluarganya mengunjungi beliau selama dirawat dokter,"  cerita sang perawat.

Hmmm, ya, saya juga melihat begitu. Suatu  waktu  saat visite, saya tanyakan mengenai keluarganya, agak lama dan setelah menarik nafas yang dalam, baru ia menjawab; "ada dokter"......, kemudian ia diam lagi,...dan air matanya tampak bergolak. Dan pernah saya lihat pada jam kunjungan pasien, saat pasien lain mendapat perhatian dari keluarganya, Alm menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, tetapi perasaan saya waktu itu mengatkan, beliau bukan tidur, barangkali menangis menahan kepedihan yang dirasakannya karena  berharap kunjungan anak-istri, keluarga atau saudara-saudaranya.

Lalu, melihat apa yang terjadi pada pasien itu, walaupun serangan jantung dikatakan sebagai penyebab kematiaannya, tetapi di balik serangan jantung yang membunuhnya itu, kesepian, perasaan sendiri, kehilangan cinta-kasih sayang, hubungan-hubungan yang toksis yang dialaminya inilah sebenarnya menurut saya sebagai pencetus penting kematiaanya.

Seperti diketahui, bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri. Orang sakit, seperti pasien di atas sebetulnya sangat membutuhkan dukungan-dukungan baik emosioanal, moral, sosial, dan fisik terutama dari keluarga terdekatnya. Cinta, kasih sayang, empati  yang diberikan kepada mereka pasti akan berpengaruh terhadap perjalanan, prognosis penyakitya, bahkan harapan hidupnya.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan yang sehat, contohnya,  anatara suami-istri sangat berpengaruh terhadap perjalanan penyakit, penyembuhan,  bahkan kematiannya. Angka kematian pasangan suami yang bercerai jauh lebih tinggi daripada pada pasangan yang masih utuh. Kematian salah satu pasangan istri atau suami akan mempengaruhi harapan hidup pasangan lainnya.

Penelitian terhadap para suami yang mempunyai faktor risiko penyakit jantung, pada kelompok yang merasa mendapatkan cinta, kasih sayang dari istri mereka, angka kematiannya lebih rendah dibandingkan yang tidak. .....Karena itu, jangan biarkan siapapun sendirian, apalagi bila dalam keadaan sakit, agama juga memerintahkan kita untuk mengunjungi orang yang sakit.

Editor :
Asep Candra

Hey! Jangan Mempermalukan Negeri Sendiri!

To the point nih, tadi sore pas ane lagi keliling-keliling pasar eh tiba-tiba tepat di depan mata ane tu, ane liat ada cewek asing (bule) yang lagi jalan ke arah ane! Wedee.. tapi bukan bulenya sih yang ane lirik tapi tasnya. Kenapa? Ya, ternyata ada orang di belakangya yang masukin tangannya ke dalam tas tu bule dan menggerayang-rayang gitu deh tangannya nyari apa yang bisa dicopet ama tuh orang. Untungnya, si bule itu sadar! Trus bilang, "Hey, Hey, HEY!!" ya, kaya gitu lah kalo dikonversikan ke dalam kata-kata. Terus si pencopet tadi lepasin tangannya dan jalan dengan cepat menjauh sambil menatap tajam tu bule. Ngasal banget nih copet! Udah ketahuan ama yang punya tas, malah natap balik pake tatapan mengancam lagi.

Ane yang ngeliat persis gimana kejadiannya menjadi shock! ya! baru pertama kali ngeliat aksi pencopetan real di depan mata kepala ane nih. Itu tu udah kaya film-film barat. Yah secara, kan korbannya bule gitu. Tapi tadi ga tau tuh barangnya ada yang hilang apa kaga, coz sekilas tadi abis ngelepasin tangannya dari tas si bule itu, si copet kaya masukin tangannya ke dalam tas kecilnya dia! Ane kan panik tu, trus ada penjual deket ane nyamperin ane gan, terus ane bilang de apa yang barusan ane saksiin ambil nunjuk tu copet. Eeeh, Ane disaranin ga usah ikut campur coba, takutnya ntar ane bisa berurusan juga ama tuh copet katanya. Wah-wah. Jadi harusnya gimana nih? Ane jadi bingung sendiri...


Banyak banget nih, pelajaran yang ane dapat abis ngeliat peristiwa sore tadi itu. Paling umumnya ya itu, jaga baik-baik barang kalo pergi ke tempat-tempat umum yang rawan ama copet-copet gitu, kaya pasar. Terus yang paling ane sedihin ya masalah copet ini. Terutama di peristiwa ane ini nih, korbannya warga asing lagi. Bukan berarti kalo warga sendiri sah sah aja nyopet lho yaa.. Tapi, ini tu orang datang buat berlibur. Melepaskan stress dari sibuknya kegiatan sehari-hari *iya apa?* Jauh-jauh dari kampung halamannya yang jelas-jelas harus makan waktu lama buat sampe ke negeri kita ini. Coba bayangkan ente sendiri yang jadi tu turis di negara orang. Kemudian ente dicopet kaya gitu. Gimana perasaan ente? sedih? marah? wah. berkecimuk kan ya? 

Si Copet ini tidak hanya memalukan diri dia sendiri lho, tapi juga bangsa ini! Pastinya, dia bakal teringat akan kejadian ini setiap bepergian ke pasar-pasar di negeri kita ini kan. Bikin imej negatif akan Indonesia aja nih copet. Kan bisa berabe kalo ntar dia pulang ke rumahnya di luar sono terus ditanya ama temen-temennya; "Liburannya ke Indonesia gimana?" dijawab ama korban tadi "Buruk. Buruk sekali. Saya dicopet ketika tengah berjalan di pasar tradisional di sana." *bisa kan ngebayangkan gimana tu bule ngomong pake bahasa Inggris?* Kemana coba nilai-nilai moral yang semenjak kecil udah ditanamkan oleh orang tua, guru-guru, dan lingkungan sekitar yang mengajarkan bahwa mencuri itu tindakan tercela? Apalagi secara hukum, itu termasuk tindakan kriminal. iya kan ya? 

Haduuuh. ane sedih nih ngelihat bule tadi. abis itu dia ke teman-temannya sambil meriksa tasnya. ga kedengaran apa yang mereka bicarain. Pastinya sih tentang pencopetan tadi. Ya sudahlah. Semoga kita semua bisa terlindungi dari musibah-musibah seperti peristiwa ini. Juga para pelaku tindak yang merugikan orang lain dan bangsa ini bisa inshaf dan kembali ke jalan yang benar. Seiring dengan masuknya bulan suci Ramadan 1433 H ini. Amin.

ada ada aja nih status

Siang ini saya menemukan status teman yang menuai kontroversi. Bagaimana statusnya? Ini dia:



Well, sebenarnya kalau saya melihat status ini (dan kebetulan saya benar-benar melihat status ini pertama kali di post kan), saya melihatnya sebagai suatu hal yang biasa. Status ini bertujuan untuk saling mengingatkan atau memberi semangat antar sesama teman agar belajar jangan asal belajar! maklum lah masa-masa galau SNMPTN. hehehe. Namun yang jadi masalah sekarang yaitu ketika orang awam yang melihatnya. Mereka hanya melihat dari luarnya saja, semisal melihat siapa orang yang membuat dan latar belakang pendidikannya kaya sekolahnya. Tentunya perbuatannya ini bisa berakibat buruk bagi sekolah yang bersangkutan (sekolah saya juga). Apalagi ketika pihak sekolah yang membaca. Ya, ini benaran terjadi. Dua orang guru kami membaca hal tersebut, salah satunya :


Juga ada dari salah satu orang tua teman kami:


Banyak teman kami yang ingin meluruskan maksud dari status ini. Minimal kepada kedua guru kami yang telah membaca dan memberi komen akan status tersebut. Wah wah wah ada ada aja nih status... Then, finally di paling akhir komen, sekitar 3 jam yang lalu, akhirnya teman saya, saudara Rouf meminta maaf kepada semua yang baca, terkhusus untuk guru-guru kami tercinta. Tuh kan.. Rouf ga bermaksud bilang tentang sekolah kita ko bu, apalagi menyakiti hati ibu-ibu sekalian... ;-)

Yah... However, ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwasanya menggunakan media sosial sama saja layaknya kita berinteraksi dengan orang secara langsung, cuma dalam hal ini kita tidak bisa bertatap muka dengan lawan bicara. Oleh karena itu, kepada pembaca dan saya sendiri saya ingin berpesan; berhati-hatilah dalam membuat status, karena kita tidak tahu siapa saja yang akan membaca status tersebut. Kalo memang terkhususkan untuk teman-teman, sampaikanlah melalu forum khusus atau kirim pesan ke teman itu sendiri, Got it?

Ending:

P.S. Tulisan ini tidak bermaksud untuk memojokkan Rouf. Maaf dan terima kasih ya up! 

Nasehat Nenek Yang Bijak

Nih ada cerita yang ga rugi untuk dibaca... Enjoy the text!

adopted from duniapustaka.com

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu.  Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini”,  

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil. Pertama: pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya”.  

Kedua: dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”. 

Ketiga:  pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”. 

Keempat: bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.  

Kelima: sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan… Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini